Archive | October, 2011

SIRIK, PENYAKIT HATI YANG SUNGGUH MERUGIKAN!

16 Oct

Sirik. Satu kata yang tidak asing. Menurut saya, hampir setiap manusia memiliki kecenderungan sifat ini. Hanya takarannya yang tak sama. Ada orang yang meski merasa sirik dengan prestasi yang diraih temannya, tapi dia bisa menyembunyikan bara di dadanya (entah besar atau kecil) dengan tetep tersenyum menampakkan wajah cerah memberi ucapan selamat. Sementara ada juga orang yang langsung menampilkan wajah jutek saat temannya bercerita kalau si A berhasil mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih bagus dari yang dimilikinya. Rasa sirik atau iri hati melihat kelebihan dan keberhasilan orang lain ini, sepertinya sudah membudaya dan menjalar di mana mana di tengah masyarakat kita. Jujur saja, setiap kita pasti pernah merasa sirik bukan? Entah disadari atau tidak dan dengan tingkatan yang berbeda beda mulai dari yang rendah tidak kelihatan hingga yang paling parah. Mungkin hanya orang orang yang memiliki derajat keimanan yang sangat tinggi atau orang orang yang dipilih Tuhan saja yang sama sekali tidak pernah dihinggapi perasaan sirik sepanjang hidupnya.
Sekarang mari kita lihat. Ketika kita merasa sirik dengan kebahagiaan teman atau tetangga, apalagi kalau porsi siriknya kelewat besar, maka biasanya kita cenderung akan terus memikirkan orang yang kita siriki itu, berusaha mencari cari kejelekannya, mengajak orang untuk berghibah atau bergossip buruk tentangnya, bahkan lebih parah lagi memfitnahnya dengan kejam. Kita bisa ngrasani orang hingga berjam jam. Dan celakanya, ‘kenikmatan’ yang kita rasakan saat membicarakan kejelekan orang adalah candu yang jauh lebih sulit dihindari dari sekedar candu rokok atau alkohol. Meski kita tahu bahwa dosa dari berghibah adalah dikurangimya pahala kita untuk orang yang kita ghibahi. Sungguh sangat merugikan bukan? Kerugian lain yang nyata adalah, ketika kita sibuk melakukan hal hal negatif yang didasari rasa sirik, maka waktu, pikiran dan tenaga kita akan banyak tersita. Kita lupa untuk melakukan hal hal yang lebih penting dan bermanfaat. Kita lupa bersyukur, dan lupa bahwa setiap kita diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing masing.
Memang sangat sulit membuang jauh jauh kecenderungan sirik yang sepertinya sangat lekat dan erat dengan hati kita. Tapi saya yakin, setiap kita yang beriman, pasti akan berusaha mengelola hati kita dengan baik, menekan sekuat tenaga rasa sirik, hingga kita akhirnya menyadari bahwa memelihara sirik justru hanya akan semakin melemahkan diri dan hati kita dan membuat kita semakin kalah dalam ‘persaingan.’ Kalau kita mau belajar sedikit demi sedikit untuk merasa legowo dan ikhlas bahkan ikut bahagia melihat kebahagiaan orang lain, maka hati kita akan tenteram tanpa beban. Dan, sedikit mengutip lagu nasyid milik Aa Gym ‘Jagalah Hati,’ bahwa dengan hati yang bersih maka prestasi pun akan mudah diraih.
Jadi, mari berprestasi, mari kubur dalam dalam segala sirik dan iri hati, dan mari menuju ke kehidupan yang lebih baik.
Salam 🙂

Hi ini aku :)

13 Oct

Ini pertama kali aku mencoba membuat blog. Aku masih sangat awam tapi aku sangat suka belajar. Mudah mudahan kedepannya aku bisa bikin posting posting yg menarik dan bermanfaat. Salam WORDPRESS! Lol