Archive | November, 2011

AIDS- Bukan Isu Baru

30 Nov

*Ide tulisan ini berasal dari salah satu berita VOA yang diposkan di website VOA hari Senin, 28 November 2011, berjudul ‘Penderita Baru HIV/AIDS di Jakarta Berjumlah 1.184 Orang.’ Merupakan laporan Fathiyah Wardah-Jakarta.

Kabar memprihatinkan bahwa jumlah penderita baru AIDS di Jakarta tahun 2011 ini mencapai angka yang fantastis hingga 1.184 orang. AIDS adalah isu kesehatan yang bukan baru. Masalah AIDS adalah tanggung jawab setiap individu, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau badan badan sosial pemerhati AIDS saja. Sebenarnya masarakat kita adalah terdiri dari individu-individu cerdas yang tidak kekurangan informasi mengenai apa itu AIDS, cara menghindarinya, dst. Laporan dari VOA yang menyebutkan bahwa para penderita baru AIDS ini adalah para profesional muda dan ibu rumah tangga yang tertular melalui hubungan sex sungguh disayangkan. Masarakat Jakarta yang cerdas dan modern harusnya mampu mempersenjatai diri dengan perilaku cerdas serta keimanan yang kuat untuk menghindari perbuatan yang dapat membahayakan dirinya terkait dengan AIDS- sex bebas dll.

Bahwa Pemprov Jakarta melalui Komisi Penanggulangan AIDS telah menyiapkan program penanggulangan AIDS melalui transmisi sexual, patut mendapat dukungan. Sangat bagus jika program untuk tahun depan itu akan berfokus pada high risks men atau para pria beresiko tinggi untuk tertular dan menulari AIDS, yang jumlahnya mencapai jutaan orang. Kita sama sama berdoa agar upaya Pemprov Jakarta ini bisa terimplementasi dengan baik, terpadu, terukur dan sukses. Yang terpenting dana untuk membiayai program ini semoga tidak ada yang menyelip ke kantong-kantong para pejabat nakal.

Dukungan dan doa juga pantas kita berikan kepada Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi atas kebijakan yang dikeluarkannya yang mewajibkan setiap perusahaan memiliki program penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Upaya penghapusan diskriminasi terhadap penderita AIDS di lingkungan kerja serta isu-lain mengenai AIDS kita harapkan akan tertangani dengan baik dengan adanya program ini. Setiap orang harus menyadari bahwa para penderita AIDS juga memiliki hak yang sama untuk mendapat pekerjaan dan kehidupan yang normal. Saya sangat setuju dengan Ibu Tika Suryaatmajaya dari Yayasan Pelita Ilmu bahwa pemerintah harusnya berani membuat satu kebijakan yang didalamnya memuat sangsi-sangsi tegas terhadap pelanggarnya. Karena sebuah peraturan yang sebagus apapun akan sulit berhasil jika tidak ada ketegasan dalam penegakannya, apalagi rentan suap. Mudah-mudahan para pembuat kebijakan, para perancang program dan setiap kita memiliki kesungguhan dalam setiap usaha baik yang dilakukan sehingga ide besar dari kebijakan dan program-program itu bisa terlaksana sebaik-baiknya dan tepat sasaran.

Terakhir kita semua berharap semoga KKN di negeri ini bisa terus diminimalisir jika tidak bisa benar-benar dihapuskan. Dan semoga pendapatan dan perekonomian negeri ini terus meningkat, sehingga berbagai program pemerintah bisa terdanai dengan baik, termasuk program penanggulangan HIV/AIDS. Sungguh prihatin mendengar ungkapan pengamat kesehatan UI Adang Bachtiar bahwa saat ini pemerintah Indonsia tidak memiliki dana yang memadai untuk pembiayaan program penanggulangan HIV/AIDS dan masih bergantung dengan dana dari luar.

Selamat hari AIDS Sedunia.